Bukan Detik yang Berlalu




Erat mimpi yang di genggam tidak menjamin selamanya akan dalam genggamanmu, terkadang lepas juga darimu. Setelah itu apa yang terjadi? Apakah sesal? Benar kata orang, sesal hanya akan terjadi di akhir bukan di awal. Andai saja di awal tentu kamu sudah antisipasi dengan setiap gerak-gerik kehidupanmu.  

Dulu kamu pernah bermimpi dan berjanji jika kamu bisa masuk Universitas ini atau kampus megah itu maka kamu akan giat belajar menggapai mimpi-mimpimu dan membahagiakan orang-orang yang kamu sayang. Setelah kamu di terima betapa senang dirimu saat itu. Semangat berkobar pada hari-harimu di sana.

Tak lama, melakukan kegiatan belajar terus-menerus dan terkadang mendapat paksaan membuat kamu mulai bosan. Hari demi hari kamu  mulai tampak lesu. Yang berawal dari Mahasiswa yang bermuka cerah sekarang nampak bermuka masam.

Masalah kampus dan kelas menjadi acuh tak acuh. Hari pagi di jalani hanya untuk menunggu sore datang, tanda perkuliahan akan selesai. Senin menunggu Sabtu tanda akan seharian libur belajar. Seminggu terlewat menunggu Ujian Akhir Semester cepat menggelabui, biar libur panjang cepat menjelang. Lalu apakah sebenarnya yang kamu inginkan? Apakah lekas wisuda? Apakah pantas kamu di wisuda pada kampus yang di impi-impikan dulu sedang pencapaianmu habis dalam menunggu tanpa berbuat apa-apa? Apakah kamu hanya menanti toga terpasang di kepalamu saat itu namamu sudah memiliki gelar. 

Yakinkah kamu saat menghabiskan waktu dalam menunggu akan mimpi-mimpi itu akan betah dalam genggaman? Katamu orang-orang pernah berkata, akan ada waktunya untuk kamu sukses dan sekarang berdoa saja dulu, tuhan mendengar semua do’a-do’amu. Ya tuhan mendengar semua di dunia ini termasuk bisikan hati hambanya. Namun kamu butuh ikhtiar untuk semua yang kita inginkan. Semua butuh proses dan prosesnya bukan sampai kapan menunggu?

Lupakah semua setiap butir-butir harapanmu di masa depan. Sekarang bukan hanya detik yang berlalu, menitpun sudah sangat jauh bahkan hari telah jauh kamu tinggalkan. Bagaimana detik-detik itu akan kamu jemput sedang kakimu sudah di jerat dalam masa depan yang mulai kelam. Sekarang carilah lolin penerangmu. Kumpulkan tenaga-tenaga untuk kokoh melawan malas dan melawan segala rintangan masa depan. Peganglah erat mimpimu untuk kau wujudkan. Jangan pernah kau sesali lagi satu detik itu berlalu sia-sia, tapi jadikan dia kenang abadi yang termanis ketika dia mengukir sejarah hidupmu. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer